MEMULAI STBM DARI DALAM RUMAH

Yayasan Rumsram

Alamat: JL. Bosnik Raya,  Depan PLTD II, Kelurahan Karang Mulia, Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua 98115, Indonesia
Phone: +62 981 23269
email: kasumasa_biak [at] yahoo.com

 

MEMULAI STBM DARI DALAM RUMAH PDF Print E-mail
Written by Info Rumsram   
Monday, 25 November 2013 18:11
Sehari-hari dia bekerja sebagai seorang guru honor yang sudah pasti mengabdi tanpa upah di SD Negeri Warawaf, sebuah sekolah di daerah Pedalaman Distrik Warsa, Rahel Dasem (33 Th) ibu dari 4 orang anak ini, selalu menyajikan senyum tulus ketika berhadapan dengan siapa saja yang ditemuinya. Suaminya hanya seorang petani biasa, yang dalam keseharian selalu mengajarkan bagi keluarga untuk hidup dengan kesederhanaan dan mensyukuri apa yang dimiliki. Wanita yang biasa di sapa “Ibu Rahel” ini, telah mengenal program STBM sejak tahun 2011, ketika dirinya dilatih sebagai Relawan STBM Kampung di Distrik Warsa, oleh Yayasan Rumsram, dan sejak itu pulalah dirinya turut membantu mengubah perilaku  hidup bersih dan sehat ditengah –tengah masyarakat dan daerah sekitarnya. Dari sisi kapasitas pelatihan yang pernah diikutinya dalam program STBM adalah sebagai “Trainer”, dan tentu hal ini menjadi tanggung jawab yang besar, dimana sampai saat ini ia secara terus-menerus mendampingi dan mendorong masyarakat, dalam pelaksanaan program STBM, khususnya ketika staf Rumsram mengalami kendala dalam melakukan implementasi program karena terbatasnya sumber daya manusia. Wanita berpostur tinggi ini, selain mendapat pembekalan terkait Program STBM, juga pada tahun 2012 telah mengikuti pelatihan ekonomi Rumah Tangga oleh Yayasan Rumsram. Rahel mengakui dirinya merasa bersyukur, telah mendapat manfaat ketika mengikuti Proses Pelatihan pengembangan Ekonomi, yang pada akhirnya merubah pola pertanian dari Tradisional, menjadi pola yang sesuai kondisi kekinian, terlebih dari pada itu, dirinya akhirnya memiliki minat menabung demi hari depan putra-putri tercintanya.
Selain bekerja untuk membantu meningkatkan pendapatan rumah tangganya, dalam kaitannya dengan pelaksanaan Program STBM, Rahel juga mendorong perubahan perilaku siswa/I di sekolah dimana tempatnya mengabdi. “sebelum saya mendorong agar murid disekolah memahami hidup yang lebih sehat, seperti bagaimana Harus berhenti dari kebiasaan Buang air besar sembarangan, Cuci tangan yang benar, Minum air yang sudah masak, sampah harus dibuang pada tempatnya, semua ini...saya harus mengawalinya dari rumah sendiri, karena kalau saya tidak berhasil mendorong hidup bersih bagi anak-anak saya dirumah maka saya pasti juga akan gagal mendorong hidup bersih dan sehat kepada murid-murid saya, yang kadang saya dapati cenderung berperilaku yang kurang baik, termasuk ke sekolah jarang mandi dan sikat gigi”,
Kini dirasakannya anak–anak sekolah mulai mengubah perilaku menjadi lebih bersih dan sehat, karena dirinya berpesan “....kalau tidak hidup bersih dan sehat maka yang akan menjadi korban adalah diri mereka sendiri.....”
Sekalipun mendorong adanya perubahan prilaku di tingkat masyarakat tidak mudah, namun Rahel optimis masyarakat akan mampu melakukan perubahan yang berkelanjutan dan bukan bersifat instan selama masyarakat itu telah memahami  mafaat STBM bagi mereka.(JK).

Last Updated on Saturday, 01 July 2017 16:16