Smart Practise Program SEHATI

Yayasan Rumsram

Alamat: JL. Bosnik Raya,  Depan PLTD II, Kelurahan Karang Mulia, Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua 98115, Indonesia
Phone: +62 981 23269
email: kasumasa_biak [at] yahoo.com

 

Smart Practise Program SEHATI PDF Print E-mail
Written by tes   
Wednesday, 06 December 2017 05:04

STBM 5 PILAR MENJADI PROGRAM PRIORITAS KECAMATAN

DI KABUPATEN BIAK NUMFOR

 

Kabupaten Biak Numfor merupakan kabupaten intervensi SEHATI yang lokasinya paling jauh dibandingkan dengan 6 kabupaten lainnya. Kabupaten ini berlokasi di utara pulau Papua dengan total area sekitar 2.602 km2  dan terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Biak dan Pulau Numfor.

 

Meskipun Kabupaten Biak Numfor dianggap lebih berkembang dibandingkan dengan kabupaten lain di Propinsi Papua, prevalensi penyakit malaria dan diare masih cukup tinggi. Pada tahun 2015 saja, tercatat sekitar 3.802 kasus malaria dan 1.144 kasus diare ditemukan di Kabupaten Biak Numfor. Masalah ini kemudian membuat pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih di desa – desa melalui program STBM 5 Pilar.

 

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Yayasan Rumsram bersama dengan Simavi telah melaksanakan program SHAW di Kabupaten Biak Numfor sejak tahun 2010 dan telah berhasil mendeklarasikan 40 desa 100% STBM 5 Pilar hingga tahun 2015. Setelah program SHAW berakhir, Yayasan Rumsram secara intensif tetap melaksanakan pendekatan dan koordinasi dengan POKJA AMPL, khususnya Bappeda. Pendekatan dilakukan oleh Yayasan Rumsram langsung kepada Kepala Bidang Sosial Budaya, Yoel Maryem yang bertanggungjawab mengenai sanitasi.

Diskusi mengenai isu – isu strategis seperti masalah ekonomi, pendidikan dan juga sanitasi selalu dilakukan oleh Yayasan Rumsram di setiap kesempatan. Hasil dari diskusi ini menjadi rujukan Bappeda ketika diskusi di tingkat kabupaten baik horizontal meeting bersama SKPD teknis maupun vertical meeting dengan Bupati Biak Numfor. Hal ini dilakukan agar Bupati dan SKPD lain terpapar mengenai kondisi sanitasi dan untuk mengingatkan pemangku kepentingan bahwa sanitasi merupakan pekerjaan rumah yang sudah tertuang di RPJMD dan sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Biak Numfor. Dengan demikian, Bupati dan SKPD terkait tersadarkan untuk segera menyelesaikan permasalahan sanitasi dan perilaku buruk masyarakat.

Sejak dimulainya program SEHATI, Yayasan Rumsram menjadi lebih mudah melakukan sosialisasi STBM 5 Pilar kepada Bupati dan SKPD terkait. Tidak hanya Bappeda, Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup yang digandeng untuk sosiasasi ini, melainkan juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. Ini dilakukan mengingat pendekatan SEHATI yang melibatkan lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan program serta keberpihakan terhadap warga miskin dan paling termarjinalisasi.

Dengan pendekatan dan advokasi yang intensif kepada POKJA AMPL, kini Bupati Biak Numfor telah melakukan gebrakan dengan menargetkan Kabupaten Biak Numfor sebagai Kabupaten intervensi 100% STBM 5 pilar pada tahun 2019. Bahkan, untuk memastikan setiap desa mengimplementasikan 5 pilar STBM, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, pada tahun 2017, telah memasukkan STBM sebagai salah satu program prioritas untuk tingkat kecamatan. Ini artinya kecamatan memiliki wewenang sekaligus tanggungjawab untuk memastikan bahwa seluruh wilayah kecamatan melaksanakan program 5 pilar STBM. Kebijakan ini telah dikeluarkan melalui Surat Edaran Bupati pada awal tahun 2017.

Ambisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang besar, namun dengan tekad dan semangat yang besar dari para aktor sanitasi di tingkat kabupaten, pemerintah daerah telah mengimplementasikan STBM 5 pilar ke seluruh kecamatan di Pulau Biak dan Pulau Numfor dengan total desa sejumlah 265 desa di 19 kecamatan. Pulau Biak menjadi intervensi SEHATI dimana implementasi STBM menggunakan dana APBD dan Pulau Numfor direplikasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten menggunakan anggaran dari Dana Otonomi Khusus.

Terkait dengan program prioritas di tingkat kecamatan, pemerintah daerah telah menganggarkan dana untuk sosialisasi STBM 5 Pilar dan monitoring di tingkat desa. Anggaran ini diambilkan dari dana APBD tahun 2017 dan besarannya disesuaikan dengan rencana kerja pemerintah kecamatan. Tentu saja, dana ini di luar dari dana BOK yang diperuntukkan untuk Puskesmas.

Dampak dari kebijakan program prioritas di tingkat kecamatan ini membuat porsi anggaran kegiatan untuk STBM di tingkat kabupaten meningkat secara signifikan. Berdasarkan monitoring kapasitas yang dilakukan oleh Yayasan Rumsram pada periode Juni 2017, alokasi anggaran untuk sektor STBM di tingkat kabupaten sekitar 1.3 milyar rupiah, atau meningkat sekitar 4 kali lipat dari tahun 2016 yaitu 325 juta rupiah. Meskipun begitu, kenaikan anggaran ini dipandang sebagai sebuah kemajuan karena sektor STBM telah melibatkan berbagai SKPD terkait dan adanya monitoring intensif yang dilakukan untuk memastikan perubahan perilaku di tingkat masyarakat terjadi berkesinambungan.

Selain itu, tren peningkatan anggaran dan kebijakan STBM sebagai program prioritas ini menunjukkan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan sanitasi dan perubahan perilaku masyarakat  tidak hanya sekedar janji dalam visi misi kabupaten, namun benar – benar dibuktikan secara nyata. Koordinasi yang terus menerus dilakukan Yayasan Rumsram kepada Bappeda dan POKJA AMPL Kabupaten  merupakan kunci dalam proses peningkatan kesadaran dan kapasitas pemerintah daerah untuk memimpin implementasi STBM di wilayah mereka sendiri. Dengan dukungan dari pemerintah daerah yang besar ini, memberikan harapan besar bagi tercapainya akses sanitasi yang layak untuk seluruh masyarakat di Biak Numfor (Simavi/Angelina Yusridar)

Last Updated on Monday, 18 December 2017 05:18