Martina Kurni Sang Perempuan Tangguh

Yayasan Rumsram

Alamat: JL. Bosnik Raya,  Depan PLTD II, Kelurahan Karang Mulia, Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua 98115, Indonesia
Phone: +62 981 23269
email: kasumasa_biak [at] yahoo.com

 

Martina Kurni Sang Perempuan Tangguh PDF Print E-mail
Written by Info Rumsram   
Saturday, 24 January 2015 12:32
Dalam usaha menanam  sayuran saya selalu membuat perhitungan lebih dahulu, memperhatihan  kalender musim untuk melihat  waktu seperti, hari-hari nasional dan  hari – hari gerejawi  serta kebutuhan sayuran apa yang dibutuhkan di pasar ungkap Martina Kurni (32) di waktu staf Rumsram melakukan perbincangan dengannya.
Ibu muda yang  di sapa “mama Surni” ini sudah menjadi petani sejak menikah tahun 2006, dengan suaminya  Matias Sarwamu (34) yang juga berprofesi sebagai petani.  Pasangan suami  istri ini memilik anak bernama Suarni, anak perempuan satu-satunya  yang masih duduk di kelas dua  Sekolah Dasar. Mereka tinggal di Kampung  Rimba Jaya, Kecamatan Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua.  
Sebagai petani “mama Surni” dam suaminya menanam tanaman sayuran kangkung, terung, kacang panjang, ketimun dan tanaman pangan (keladi dan singkong). Tanaman jangka panjang yang ditanam adalah pinang seluas 1 Ha yang sudah   berproduksi sehingga dapat menopang kehidupan sehari – hari.  Dari hasil jualan pinang  dalam 1 minggu biasanya 1 sampai 2  dijual ke pasar Bosnik,  sebanyak 1 karung (ukuran karung beras 25 – 50 Kg ) sesuai musim, dengan harga yang bervariasi tergantung ketersediaan pasar bisa berkisar 250,000 – 1.000,000,- baik dijual secara borongan maupun dijual eceran, begitu juga dengan hasil sayuran dibawa bersamaan dengan penjualan pinang dan hasil lainnya.
Pada waktu menunggu panen sayuran, mama Suri memiliki pekerjaan sampingan yakni  membuat kue donat dan es lilin untuk dijual di kampung  sementara suaminya mengojek dari kampung ke pasar Bosnik pada hari pasar.
Selama ini mama Surni, sudah terbiasa dengan mencatat setiap usaha  yang dikelolanya baik dari hasil pertanian, perkebunan, jajanan kue dan es. Hal itu dilakukan agar  dapat mengontrol keuangan rumah tangganya walaupun sesekali bisa saja pengeluaran terjadi diluar kendali misalnya ada duka atau acara adat – pernikahan  di lingkungan keluarga yang dapat mengeruk tabungannya di Bank BPR dan BRI.
Surni selain sebagai petani turut terlibat dalam berbagai aktifitas sosial di  kampung sebagai Sekertaris kelompok di KWT (kelompok Wanita tani) yang dibentuk sejak tahun 1999 oleh Dinas Pertanian. Tahun 2011 sebagai Sekertaris  Gabungan Kelompok Tani, dari Dinas Pertanian dan sebagai bendahara Respek periode 2005 – 2007 dan aktif sampai saat ini sebagai pendamping kampung “Respek” 2007 – 2014.
Mama Surni pernah mengikuti pelatihan pengelolaan ekonomi rumah tangga yang difasilitasi Yayasan Rumsram tahun 2011.  Mama Surni mulai menerapkan pencacatan keuangan rumah tangga secara baik dan teratur di dalam keluargnya dan mengajarkan kepada anggota tani lainnya. Selain itu mama Surni juga pernah mengikuti pelatihan  pengelolaan Simpan Pinjam Usaha Ekonomi Produktif  dari Respek, pelatihan ketahanan  pangan local dan pembuatan pupuk Bokasi dari Dinas Pertanian dan kegiatan lain dari gereja, pemerintahan kampung dan  kelompokperempuan.

Kegiatan kelompok wanita tani.

Last Updated on Saturday, 01 July 2017 16:10