Bertani Menetap Agar Memperhatikan Rumah Tangga

Yayasan Rumsram

Alamat: JL. Bosnik Raya,  Depan PLTD II, Kelurahan Karang Mulia, Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua 98115, Indonesia
Phone: +62 981 23269
email: kasumasa_biak [at] yahoo.com

 

Bertani Menetap Agar Memperhatikan Rumah Tangga PDF Print E-mail
Written by Info Rumsram   
Monday, 25 August 2014 07:38

Melihat tanaman  yang tumbuh hijau di pekarangan rumah memberikan kesejukan dan ketenangan hati bagi saya, kata ibu Novela Rumpombo (40 tahun) dalam perbincangan di rumahnya di Kampung Kajasbo, Distrik Biak Timur, Biak Numfor.
Istri dari Ambros Faidiban (44 tahun) bercerita bahwa sebelum tahun 1999 kami memiliki kebiasaan berkebun berpindah-pindah dari lahan yang satu ke lahan yang lain dengan sistem tebas bakar dan tanam. Tanaman yang kami tanam adaalh keladi, singkong dan pisang. Cara berkebun berpindah – pindah menyebakan jauh dari rumah padahal ada pekerjaan di rumah tangga yang harus saya kerjakan. Kemudian kami berpikir untuk menetap dan mengolah tanah yang ada di pekarangan  rumah dan mulailah kami membersihkan lahan, mengolah tanah dan menanam. Jenis tanaman yang ditanam meliputi sayuran  seperti; kangkung, sawi, bayam dan kacang panjang dan tanaman buah – buahan seperti pepaya, pisang, kelapa dan pinang.

Tanaman sayur dan buah dapat dipanen dalam waktu singkat dengan hasil yang lebih baik dibanding dengan tanaman pada sistem bertani berpindah – pindah.Sebagai seorang petani yang juga ibu rumah tangga, Novela marasakan manfaat dari bertani menetap di pekarangan rumahnya karena tanaman dapat dirawat dengan baik, kapan saja bisa dikerjakan oleh seluruh anggota keluarga dan memudahkan saya sebagai ibu mengurus rumah tangga kami. Berkebun di pekarangan menghemat waktu, hemat tenaga serta dapat mengurus rumah tangga ungkap Novela.  Novela Rumpombo yang hanya tamat  SMP, memiliki 3 orang anak  yang semuanya sudah sekolah. Novela dan suaminya juga telah menerima penyuluhan dari petugas pertanian tentang berbagai teknik bercocok tanam. Kemudian pengetahuannya semakin bertambah ketika tahun lalu petugas Yayasan Rumsram melatih dan mendampingi kami. Ia merasakan manfaat yang sangat besar ketika ada pelatihan dan pendampingan yang terkait dengan pengelolaan keuagan, sebab selama ini kami tidak merencanakan dan mengelola keuangan rumah tangga kami dengan baik. Kami belum bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, tetapi setelah ada pendampingan kami mulai paham dan mengatur uang secara baik. Sebelum menjadi petani dampingan Rumsram, saya telah membuka rekening tabungan di sebuah bank namun kemudain saya tidak pernah menabung lagi karena pengggunaan keuangan yang tidak terkontrol. Tetapi setelah mendapat pendampingan dan pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga dan pembukuan sederhana dari Rumsram, saya  secara berkala menyisihkan IDR 50.000 – 100.000  setiap kali menjual sayur di pasar Bosnik karena mobil bank BRI sudah ada di Bosnik ungkapnya.  Novela menceritakan bahwa pada panen pertama sayur bayam, ia menjual 3 kali dalam seminggu dan ia mendapat uang 1 juta rupiah. Ia sangat senang karena setelah capai menanam, pelihara dan merawat akhirnya ia bisa menikmati hasil kerja kerasnya. Mulai tahun 2014 Novela dan  suaminya membuat demplot sawah disamping rumahnya sebagai uji coba, untuk memanfaatkan pekarangannya sesuai penyuluhan dari Yayasan Keajaiban Papua.  Kami ingin belajar menanam pada sehingga suatu waktu kami juga bisa disebut petani padi untuk memenuhi kebutuhan beras keluarga kata Novella.  (JK/IM)

 

Last Updated on Saturday, 01 July 2017 16:14