Menjawab Kebutuhan Tenaga Analisis dan Microskopis di Biak dan Supiori

Yayasan Rumsram

Alamat: JL. Bosnik Raya,  Depan PLTD II, Kelurahan Karang Mulia, Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua 98115, Indonesia
Phone: +62 981 23269
email: kasumasa_biak [at] yahoo.com

 

Menjawab Kebutuhan Tenaga Analisis dan Microskopis di Biak dan Supiori PDF Print E-mail
Written by Info Rumsram   
Monday, 25 November 2013 16:11
Sebagai pusat kesehatan masyarakat pada tingkat kecamatan berdasarkan KEPMENKES RI No. 128 tahun 2004, Puskesmas dibekali dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat menengah dalam melakukan pelayanan kesehatan. Selain hal tersebut Puskesmas berperan dalam mempromosikan isu-isu kesehatan baik yang dilakukan di Puskesmas maupun dengan cara mengunjungi desa-desa di wilayahnya. Sebagai gate keeper atau garda terdepan dalam melakukan pelayanan kesehatan formal dan penakis rujukan sesuai dengan standard pelayanan medik tentunya peran Puskesmas dari waktu ke waktu diharapkan dapat mengalami peningkatan sesuai tuntutan kebutuhan layanan. Puskesmas yang berfungsi sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) primer ditingkat pertama, sekaligus sebagai pusat penyedia data dan informasi kesehatan dan sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan di wilayahnya, tentu Puskesmas dituntut tidak hanya terfokus pada pendekatan kuratif dari pada preventif, dengan alasan memberikan kontribusi berarti pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Saat ini, kondisi puskesmas secara khusus di Biak Numfor, masih jauh dari Ideal, dimana Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan primer belum mampu menggeser paradigma sakit yang ada dengan mengedepankan paradigma sehat. Disisi lain pula, komposisi tenaga kesehatan di Puskesmas diberbagai wilayah di Indonesia, pada umumnya masih jauh dari standar KEPMENKES No. 81 tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan. Tenaga profesional kesehatan yang beriorientasi ‘promotif & preventif’ seperti ahli gizi, sanitariandan, analis kesehatan masih sangat minim.

Penyakit-penyakit endemis seperti Malaria, masih menjadi pekerjaan rumah besar yang setiap saat selalu membayangi, upaya peningkatan layanan Kesehatan Puskesmas. Di Biak numfor, untuk menangani malaria, tentu diharapkan hasil Diagnosisnya melalui pemeriksaan Mikroskopis, artinya kemampuan analis laboratorium untuk menemukan parasit dalam darah dibawah mikroskop. Namun hal ini masih jauh dari yang diharapkan. Diakui ataupun tidak, pada kenyataannya di Biak hanya terdapat 1 atau 2 dari 10 analis yang akurat terhadap hasil analisisnya, tidak ada quality control dari analis, dan ini membutuhkan perhatian serius berbagai pihak, guna mengoptimalkan upaya dalam rangka eliminasi malaria, di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori, yang secara geografis menjadi acuan dalam upaya eliminasi malaria di Provinsi Papua tahun 2020. Dalam kondisi ini, Simavi menyalurkan dana warisan Brechtje Folkerts seorang bidan yang semasa hidupnya melayani di Papua sebesar 100.000 euro diperuntukkan bagi pelayanan kesehatan di Papua.
Yayasan Rumsram yang diminta Simavi untuk berpartisipasi dalam program, melakukan mediasi antara Simavi dengan Dinas Kesehatan Biak Numfor dan Dinas Kesehatan Supiori, Sehingga pada tanggal 17-31 oktober 2013, dilaksanakan Pelatihan Analis dan Mikroskopis Malaria, TB dan HIV, yang diikuti 25 peserta dari 10 puskesmas di Biak numfor dan 5 Puskesmas di Kabupaten Supiori. Diharapkan Pelatihan bagi tenaga analis dan mikroskopis yang diberikan bagi tenaga kesehatan, sekalipun hanya berupa Pelatihan pendek bagi para perawat tentang tes kesehatan yang paling umum seperti pada penyakit tuberculosis dan malaria, kedepannya dapat meningkatkan status dalam kelahiran bayi dan pelayanan kesehatan di Puskesmas yang lebih baik, disebabkan oleh tersedianya peralatan yang lebih memadai dan tenaga Puskesmas yang memiliki kapasitas yang lebih baik. Pada akhir pelatihan, direncanakan Seluruh Puskesmas peserta di Biak-Numfor dan Supiori, masing-masing menerima dua partus-set lengkap, dilengkapi dua wadah berbahan baja tahan karat untuk proses sterilisasi perlengkapan partus-set,  sebuah Doppler dan sebuah Doppler kayu. Puskesmas penerima diwajibkan untuk bertanggungjawab merawat dengan sebaik-baiknya perlengkapan tersebut, dan menambahkannya dalam daftar inventaris Puskesmas.
Last Updated on Saturday, 01 July 2017 15:26