PENGGALAN KISAH DI BALIK MONITORING STBM

Yayasan Rumsram

Alamat: JL. Bosnik Raya,  Depan PLTD II, Kelurahan Karang Mulia, Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua 98115, Indonesia
Phone: +62 981 23269
email: kasumasa_biak [at] yahoo.com

 

PENGGALAN KISAH DI BALIK MONITORING STBM PDF Print E-mail
Written by Info Rumsram   
Wednesday, 23 October 2013 12:25
    Monitoring merupakan suatu bagian penting dalam tahapan pelaksanaan Program STBM, selain RoadShow, Sosialisasi dan Pemicuan. Monitoring dilakukan guna mengetahui lebih jauh, bagaimana Proses pelaksanaan STBM oleh Masyarakat, yang juga secara langsung menjadi media pemantauan terhadap perkembangan dan kendala dalam pelaksaan STBM itu sendiri. Terjadinya keberhasilan suatu Pogram pemberdayaan dari pengalaman yang didapat oleh Yayasan Rumsram, menunjukkan bahwa Monitoring turut memberikan kontribusi sekaligus media belajar bersama dalam upaya peningkatan kwalitas hidup sehat yang terukur, antara Yayasan Rumsram dan masyarakat dampingan. Tahapan Monitoring terhadap pelaksanaan Monitoring Program STBM dilakukan Yayasan Rumsram di 3 wilayah/ Distrik yaitu, Biak Barat, Biak Utara, Warsa dan Biak timur sejak tanggal 11 September 2013 lalu. Dalam pelaksanaan Monitoring Program, salah satu hal yang tidak dapat dilupakan Tim monitoring, ketika Tim melakukan kunjungan monitoring STBM di Distrik Biak Timur, tepatnya pada kampung Sundey. Monitoring yang dilakukan di rumah Bapak Yan Mandacan pada tanggal 13 September 2013, diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap bagaimana Komitmen keluarga bapak Yan terhadap keberlanjutan STBM. Disela-sela diskusi dengan Yan Mandacan, sebuah teriakan dari kamar mengagetkan Tim. Teriakan tersebut merupakan teriakan istri tuan rumah Ibu Margina Rumanasen, yang baru diketahui akan segera melahirkan sesaat setelah Air Ketuban Pecah.
    Kejadian tersebut membuat panik seisi rumah, ditambah situasi yang kurang menguntungkan, dimana tidak adanya Bidan atau tenaga Perawat di kampung, kemudian jarangnya kendaraan melintasi kampung, serta jarak tempuh dari kampung menuju Puskesmas Bosnik atau Puskesmas terdekat sejauh 4km. Dalam kondisi tersebut, yang tentunya sangat tidak menguntungkan bagi keluarga yang panik terhadap keselamatan sang ibu,  akhirnya salah seorang anggota tim Monitoring Yayasan rumsram Yustin Pabisa menawarkan untuk memberikan pertolongan persalinan. Setelah keluarga memberikan ijin untuk segera melakukan persalinan, sekalipun dengan keterbatasan peralatan medis yang hanya beralaskan spanduk bekas berukuran 2x1 meter dan menggunakan silet dan benang baru, akhirnya dengan dibantu Relawan STBM kampung ibu Robeka Baab dan beberapa tetangga lainnya, Proses persalinan berjalan dengan baik, dan seorang bayi perempuan cantik lahir secara prematur (8 bulan) dalam kondisi sehat begitu juga dengan ibunya. Yustin Pabisa merasa bersyukur berkat ilmu yang pernah didapat sewaktu kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNCEN, dirinya dapat membantu proses persalinan yang berlangsung selama 30 menit. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, bayi perempuan tersebut dinamakan orang tuanya “Yustin”.
    Yan Mandacan mengakui, dirinya tidak memiliki persiapan pada proses kelahiran Putri ke 3 nya, bahkan ia mengatakan tidak membawa istrinya melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin karena baru datang dari Manokwari, sehingga ia bersyukur persalinan berjalan dengan baik sekalipun dengan berbagai keterbatasan. Dirinya juga sempat berkisah, bahwa dari sisi budaya atau adat istiadat dari leluhurnya yaitu Suku Mandacan, maka tidak diperbolehkan wanita melahirkan dirumah, namun harus dibawa ke tengah hutan pada sebuah pondok yang memang sudah disiapkan beberapa minggu sebelum melahirkan. Wanita tersebut akan tinggal disitu sambil menunggu waktu untuk melahirkan tanpa dibatu oleh orang lain.